Showing posts with label CERPEN HARI INI. Show all posts
Showing posts with label CERPEN HARI INI. Show all posts

Friday, 23 October 2015

Pilihan takdir

Unknown     10:06    


aku berbicara dengan segala kesadaran tanpa mempedulikan bisikan-bisikan agar aku menentang takdir ya......aku adalah jiwa yang penuh dengan aturan fenomena alam hanya berharap tanpa jawaban. Menanamkan pilar-pilar kebenaran hati namun tak membuahkan menara impian. Berjalan, berrbicara, berteman bahkan memasuki dunia pendidikan tanpa hati nurani, semua adalah aturan.

Wednesday, 21 October 2015

Pilihan Takdir

Unknown     00:18    
aku berbicara dengan segala kesadaran tanpa mempedulikan bisikan-bisikan agar aku menentang takdir ya......aku adalah jiwa yang penuh dengan aturan fenomena alam hanya berharap tanpa jawaban. Menanamkan pilar-pilar kebenaran hati namun tak membuahkan menara impian. Berjalan, berrbicara, berteman bahkan memasuki dunia pendidikan tanpa hati

Tuesday, 20 October 2015

Kabut

Unknown     23:25    

Aku tidak tau sedari kapan takdir  ku di mulai,  yang aku tau aku hidup di dunia dan harus menderita. Pernah aku membenci tuhan yang ku anggap hanya mengobral janji dan tidak memahami apa yang ku relasikan dalam hidupku. Aku hanya berharap tanpa kepastian,
Mengapa aku tak bisa seperti mereka yang mewah akan berbagai hal, aku hanya gadis yang setiap harinya memakan tahu tempe dan bersekolah dengan 1 buku yang hanya bisa ku tulisi dengan bolpoin sisa anak majikan bunda agar bisa ku hapus tukisan itu dan bisa melanjutkan sekolah esok lusa.

Wednesday, 1 April 2015

Pahlawan Tanpa Jasa

Unknown     21:17    



Ibu adalah bidadari yang selal
u menjaga, merawat, dan menina bobokan kita sejak dari kecil hingga dewasa menyayangi dan mencintai tanpa ad batasnya sedikitpun, bahkan hingga sampai akhir hayatnya ia selalu mencintai dn menyayangi kita sebagai anknya namun, apakah kita sebagai seorang anak yang telah di lahirkan dari rhim seorang ibu pernah merasakan betapa cinta dan sayang nya kita seperti kasih sayang dan cinta seorang ibu terhadap anaknya.

bertahun-tahun hidup dalam kesengsaraan memperjuangkan masa depan  anak nya, ia tidak mengenal apa yang terjadi di depannya, ia tak kenal betapa memanasnya sinar matahari saat mengamuk di siang hari ia tetap merangkak di bawahnya,  hingga seluruh tubuhnya bercucuran dan di lumuri dengan peluh kuning  yg tak terhitung berapa jumlahnya. ia tak menghiraukn meski peluh  darahpun yang melumuri seluruh tubuhnya ibu tetap bertahan  keras berjuang untuk seorang anak biar gk merasakan kesengsaraan seperti seorang ibunya dalam hidup nya di masa depannya nanty,  bahkan di siang hari, di panasnya terik mataharipun sosok ibu masih bersimpuh di bawah terik nya sinar  matahari, semua itu hanya demi membahagiakan seorang anak agar hidup nya selalu bahagia dn biar tidak merasakan kelaparan, akan kah terlinas secuil kasih sayang bagi seornag anak, saat melihat ibu dalam kesengsaraan......? dimana letak belas kasihan seorang anak terhadap seorang ibu saat ibu membutuhkan pertolongan nya saat sang ibu sedang dalam kesulitan.

renungkan dan fikirkan betapa mulianya sosok seorang ibu dan betapa berjasany beliau di mata kita. Bahagiakan orang tua sebelum ia tiada, bahagiakan beliau selagi masih bernyawa, bahagiakan beliau selama kita masih bisa melihat nya tersenyum di depan kita, karena seperti apapun balasan kita terhadapnya tidak akan pernah sama seperti apa yg telah ibu berikan kepada kita,


M'fkan anakmu yg terlalu banyak dosa terhadapmu

M'fkan anakmu ibu, jika anakmu ini menyakiti perasaanmu
M'fkan anakmu ibu, karena tidak membuatmu bahagia dengan sikap buruk ku
M'fkan anakmu ibu, jika pernah berkata kasar padamu
M'fkan anakmu ibu, jika banyak melakukan kesalahan padamu

Terima kasih ibu karena engkau telah memberikan kasih sayang dan cinta yg tanpa pamrih, krn engkau ibu melakukan semua itu dengan penuh ketulusan dan penuh kasih sayang terhadap anakmu
Terima kasih ibu atas semuanya yg telah engkau berikan terhadap anakmu yang pernah mengecewakan persaanmu kau selalu berkorbankan apapun akan kau lakukan hanya untuk memberikan yang terbaik juga   membehagiakan anakmu.

.

.

I love you mom
Dari anakmu yg selalu mencintaimu sampai akhir hayat.




Wednesday, 24 July 2013

puteri bulan

Unknown     14:12    


Puteri Bulan

Oleh : Nurul Alfiah Kurniawati

Saat-saat begini, saya paham betul apa yang saya rasakan. Kalau saya penulis dongeng setara Kim Donghwa atau Lewis Carrol, saya ingin  menulis begini:
Suatu hari, disebuah negeri Padang Langit, Puteri Bulan termenung sendiri, ia lelah bermimpi untuk kembali tersenyum dan berbahagia dengan sebelah kaki. Ia tahu hidupnya tak akan lebh baik dari penumpang Kereta Angin yang tak bisa menari bersama peri-peri. Tak ada sayap, hanya ada saput yang memenjarakannya dalam jenuh berkepanjangan. Para dokter negeri Awan-pun hanya dapat memberinya obat penenang. Agar saat ia kembali bersedih, ia tak dapat membenturkan kepalanya ke dinding dengan kesal. Kecelakaan lalu lintas angkasa membuatnya pengkor sempurna dan hanya dapat menangis sendirian di ujung Mata Angin. Hanya ada seorang dokter muda yang selalu mentapnya iba. Seakan berkata: Kasihan sekali kamu, Bulan...
Lalu tak perlu lagi melanjutkan cerita, Puteri Bulan sedang menanti satu malam untuk mengakhiri semua ini.

Monday, 17 June 2013

Atas Nama Cinta

Unknown     23:25    
* Stiawan

“ kau play boy, Di ” katanya Nurul.
Semenjak kejadian itulah andi sering melamun, mengunci kamar, sampai-sampai dia tak mau makan. Hari-harinya tak seperti hari kemarin. Kecerian dan tawanya pun kembali dia kubur bersama desir angin. Wajahnya kusam, badannya tak tak lagi setegar yang dulu, kurus begitu jelas tulang punggungnya ketika dia sesekali membuka bajunya. Kata-katanya masih melikat seperti lim melekat pada kayu. Namanya Nurul Angraini dia gadis kelahiran Banuaju sekaligus Satu kelas dengannya. Wajahnya begitu anggun memancarkan cahaya seperti bulan purnama di malam hari. Matanya yang begitu elok dan kulitnya yang kuning langsat telah meluluhkan hatinya saat dia bertemu tanpa sengaja di ujung senja Pantai Lombang. Sebab itulah kenapa andi sering mengurung diri. Kesalah pahaman inilah telah membuat hatinya Nurul seperti di duakan.

Cerpen :Imam J. Larat

Unknown     22:41    

Tersina


-“Aku mencintaimu, Bukan untuk menikahimu!”.
+”Kenapa?”. Apakah ada yang salah dengan diriku? Atau mungkin aku sudah tidak layak buat kamu: kurang cantik atau memang dari segi penampilanku yang pas-pasan. Aku butuh jawabanmu yang dapat diterka oleh akal fikiran.
-bukan..! kamu bukan kurang cantik atau sudah tidak layak di mataku. Bagiku cantik dan jelek tidak jadi masalah. Karena bukan cantik yang membawa cinta, tapi cinta yang membuat seseorang menjadi cantik.

Wednesday, 12 October 2011

MENG-AUFKLARUNGKAN IDENTITAS MAHASISWA YANG HAKIKI

Unknown     15:57    
Add caption

Agen of change!!
Agen of control!!
Dua paduan kata yang tak asing lagi diteriakkan. Yang terlampau sudah menjadi pembahasan basi bagi para  pemuda yang terdidik meski sampai saat ini masih tak mampu menemukan ujung jawaban akan pernyataan hal tersebut. Maka, kembali kita harus mencari titik jawab atas keberadaan pemuda, Mengidentifikasi siapa dan dimana sosok pemuda bernama mahasiswa, yang merupakan objek teristemewa yang dipercaya untuk mrengemban amanah pada bangsa?
            Dasawarsa ini, banyak sekali pertanyaan yang seakan didiamkan dan dibiarkan berlalu tanpa membawa jawaban yang memuaskan dan memastikan. Tentang perjuangan yang seakan terbawa kesenangan yang melampaui batas, kepercayaaan diri dan kepedulian akan luar diri yang sudah tanpa nama dan tanggung jawab. Dimana tak ada lain disitu adalah lakon yang dianggap yang terdidik. Lakon serta ulah mereka yang dipercaya mampu mengemban amanah menjadi sebuah keberkahan. Dialah kita. Pemuda terdidik yang tak asing lagi disebut mahasiswa.           
            Mahasiswa? Pemuda-pemudi yang akan menciptakan ketentraman Negara. Pemuda-pemudi yang dipercaya memegang kertas bertuliskan perjanjian berjuang menjadi yang terdepan, membela kebenaran dan membangun keadilan. Dimana dengan simpulan itu, sangat tidak mudah untuk diraih sembarang orang disembarang waktu. Maka, perlulah kembali dicari siapa dan seperti apa pemuda bertitelkan mahasiswa yang seakan di jadikan pendekar oleh suatu bangsa. Yang tak luput dari segala harapan bangsa yang ditumpuk untuk diembankan pada yang dipercaya. Lagi-lagi mahasiswa. Lalu, dimanakah dan bagaimana peran mahasiswa menyikapi hal ini? Sedang ia adalah pemuda yang masih terikat dengan berbagai hal. Bukan hanya diikat oleh beban yang diembankan padanya oleh suatu bangsa. Akan tetapi ia masih memilki banyak hal yang mungkin bisa menjadi kewajiban bagi dirinya dan masa depannya. tentang peran yang juga ia miliki dikeakademikan, dikeluarga bahkan terpenting bagi dirinya sendiri. Belumlah terpikir tentang apa dan mau bagaimana untuk negaranya.
            Untuk memahami kembali siapa dan seperti apa mahasiswa yang berada sekarang, maka kita pula harus kembali mengingat akan kategori atau pembagian mahasiswa yang mampu terbaca. Seperti apa yang telah diujarkan oleh sahabati Atiq, yang merupakan pengurus PMII cabang Malang sekaligus orang yang cukup berpengalaman didalam hal akademik juga organisasi. Beliau sempat menjelaskan akan bagian dari mahasiswa saat ini. Yaitu, yang pertama, mahasiswa itu adalah mahasiswa akademik. Dimana dalam setiap waktunya dia hanya bergelut dengan hal yang berkaitan dengan mata kuliahnya. Belajar, mengunjungi perpust, masuk kelas lalu pulang ke kost atau rumah. Artinya, dia hanaya membatasi dirinya sebagai mahasiswa dibidang itu. Yang kedua, mahasiswa romantis. Dimana mahasiswa ini lebih condrong memikirkan atau memusatkan pikirannya pada arah perasaan. Semisal bermain-main dengan para cewek dikampus atau bahkan diluar kampusnya. Dia tidak terlalu memperhatikan akan keakademikannya atau yang lain dari pada hal itu. Yang ketiga, mahasiswa ini hanya hura-hura. Dimana ia masuk keperguruan tinggi untuk bisa mendapatkan title mahasiswa yang dianggap gaya atau bahkan paling jago. Juga dia yang sebatas hanya mencari pengalaman belaka serta mengharap ijazah saja. Dimana dengan pikirannya, dengan ijazah ia dapat dan pantas disebut sebagai mahasiswa dan akan diterima diperusahaan manapun atas ijazahnya. Yang terakhir, adalah ia mahasiswa yang aktivis. Organisatoris. Dimana disini dia berpikir bahwa dengan bergerak diluar ruang kuliah dia akan mendapatkan banyak hal yang tidak mampu ia dapatkan diruang kuliah. Karena dengan menjadi organisatoris ia juga berpikiran akan memulai gerakannya sehingga ia benar-benar mencapai puncak dimana seorang pemuda itu pantas dikatakan mahasiswa.
            Maka, setelah terperinci bagian dari pemuda atau mahasiswa seperti diatas. Lalu seperti apakah mahasiswa yang hakiki itu? Mahasiswa yang akan mampu membawa amanah menjadi berkah bagi seluruhnya, tidak hanya pada pribadinya.
Tanpa berpikir terlalu panjang, maka tak dapat dipungkiri, dialah mahasiswa yang ideal, mahasiswa yang benar-benar berhasil mencapai puncak atas lebelnya sebagai mahasiswa tangan bangsa. Dialah mahasiswa yang mampu memadukan dari keempat aspek tersebut dengan baik dan seimbang tanpa ada ketimpangan fungsi dan peranya dalam satu waktu. Dialah mahasiswa akademik yang juga ikut serta dalam pergerakan organisasi, dia pula yang juga tak lupa memikirkan akan pribadinya untuk kelangsungan hidupnya. Karena dengan perpaduan akademik dan organisasi ini, ia akan menjadi mahasiswa yang berintelektual dan bersahaja dalam menyikapi banyak hal. Serta dengan perpaduan antara akademik dan organisasi ia dapat menajdi terdidik dan berpengetahuan dalam menjalankan akan suatu oraganisasinya tersebut. Tapi perlu diingat, dalam pengertian hal ini, mahasiswa tersebut haruslah benar-benar mampu mengatur waktu dan memenej dirinya. Karena dengan itulah tak akan terjadi yang namanya ketimpangan fungsi dan peran dirinya.
Jika nyatanya sampai saat ini belumlah ditemukan mahasiswa yang seperti itu, maka perlulah kita kembalikan pertanyaan diatas pada diri kita masing-masing. Benarkah kita sudah pantas menduduki kursi kuliah yang menjadikan kita disebut sebagai mahasisawa? Ataukah, kita akan tetap diam. Tak menyadari atau bahkan berpura-pura tidak menyadari akan peran dan fungsi kita sebagai pemuda yang memang meliki kewajiban untuk mempertahankan kemerdekaan Negara dengan intelektual dan emosional para pemuda yang mampu dan berani menggerakkan dirinya membuat suatu perubahan pada yang lebih baik?
Seperti apa yang telah dikatakan oleh Sholihkin Abu Izzuddin “Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keunggulan bukanlah suatu perbuatan, melainkan sebuah kebiasaan”.
Maka sepantasnyalah dari detik ini, mahasiswa harus menanamkan sikap yang baik yang akan menjadi cerminan diri kita. Dan berani melepaskan hal-hal yang dipikir kurang berguna bagi kehidupan masa depan dan bangsanya. Marilah, tunjukkan akan gerakan sportif, kreatif, dan prilaku positif untuk benar-benar mencapai puncak pada sebuah gemilang perubahan yang dahsyat yang memang diharapkan oleh bangsa kita. Karena jika bukan kita sebagai mahasiswa yang menyadari akan hal ini, siapa lagi? Sedang para atasan sudah tak memilki banyak waktu untuk berpikir akan nasib bangsa. Para orang tua juga kurang memilki senjata tangguh untuk menteriakkan suaranya yang sudah parau. Anak kecilpun masihlah kurang mampu untuk menyaringkan suaranya yang masih terlalu syahdu. Inilah bagian kita sebagai pemuda tegak, tangguh dan tegas untuk menjadi tangan kaki para bangsa. Menghidupkan keadilan, ketentraman dan kemerdekaan bangsa serta Negara. Kitalah. Mahasiswalah yang mampu mewujudkan akan suara-suara dan gerakan para bangsa yang terisolasi dan terpuruk. Suara kitalah, gerakan kitalah yang mampu dilihat mampu mengikat dan menggenggam kecerahan bangsa kita. Perlulah kita bangun. Menyadari hal itu. Karena dialah, mahasiswa yang hakiki yang mampu kembali mewujudkan harapan dan mimpi-mimpi bangsa dan Negara!!!

Munawarah ( Ilmu Komunikasi )
Rayon Fisip Ad-dakhil PMII UNITRI

Wednesday, 20 July 2011

ATAS NAMA CINTA

Unknown     22:02    


* Stiawan

“ kau play boy, Di ” katanya Nurul.
Semenjak kejadian itulah andi sering melamun, mengunci kamar, sampai-sampai dia tak mau makan. Hari-harinya tak seperti hari kemarin. Kecerian dan tawanya pun kembali dia kubur bersama desir angin. Wajahnya kusam, badannya tak tak lagi setegar yang dulu, kurus begitu jelas tulang punggungnya ketika dia sesekali membuka bajunya. Kata-katanya masih melikat seperti lim melekat pada kayu. Namanya Nurul Angraini dia gadis kelahiran Banuaju sekaligus Satu kelas dengannya. Wajahnya begitu anggun memancarkan cahaya seperti bulan purnama di malam hari. Matanya yang begitu elok dan kulitnya yang kuning langsat telah meluluhkan hatinya saat dia bertemu tanpa sengaja di ujung senja Pantai Lombang. Sebab itulah kenapa andi sering mengurung diri. Kesalah pahaman inilah telah membuat hatinya Nurul seperti di duakan.

            Saat matahari mulai keluar menyingsing fajar, burung-burung mulai bertautan. Sementara embun masih erat memeluk rerumputan. Angin pagi itulah membawa andi dan Dinda ke suatu tempat di puncak. Tepatnya di bawah pohon semanggi. Pertemuan itu bukanlah pertemuan dua hati satu cinta melainkan karena kidaktahuannya Dinda dengan pelajaran di sekolahnya membuat dia ingin belajar bersama dengannya. Sementara orang tuanya sedang bekerja ke Malasyia. Karena itulah dia tak punyak teman belajar di rumahya. Andi dan Dinda hanya saling menatap dalam diam. Saat Nurul telah mendahuinya berkata. “ kau play boy, Di ”. Kemudian Nurul pun pergi dengan hati kecewa. Airmatanya jatuh satu-persatu mengaliri wajahnya yang anggun. Yang tersisa hanya seteguk nafas yang setia menemaninya.

                                                                   ###
            Dua bulan berikutnya, andi seperti daun kering yang gugur dari reranting peohonan. Seperti bunga yang layu karena lama tak di siram. Ia, saat ini dia seperti batu yang hanya diam  dan erat memeluk kesunyian. Saat senja yang kedua telah datang. Dia mencoba berbagi rasa dengan buku hariannya. menuangkan dalam lembaran-lembaran yang lusuh. Dengan sedikit tetes airmata. Dalam catatan itu, dia menuliskan sesuatu buat kekasihnya.
Jauh sebelum matahari memeluk bumi
Aku telah berjanji
Pada laut, pohon dan bintang di langitmu
Kelak akan ku ingat
Cintaku terdampar di pantai
Menunggu ciuman basah ombak
Bersama kenangan perahu retak
Ombaknya sangat kencang
Semisal angin musim hujan

Saat malam mendekap bulan dengan erat
Diantara cahaya itulah aku menunggumu
Tanpa kata-kata dan janji basah

            Tanpa terasa di minggu terakhir bulan ke-3 (tiga). Andi di bawah kerumah sakit. Karena penyakitnya semakin parah. Dia terkenak penyakit Mag dan serangan jantung. Masih seperti dulu angin dan kicau burung setia sebagai pembawa kabar. Nurul terkejut mendengar kabar itu tepatnya saat pagi mulai beranjak pergi. Aliran darahnya sepertinya berhenti mengalir. Matanya redup sementara wajahnya begitu sayup.. Dan deru mobil itulah telah membawa nurul sampai dimana andi sedang di rawat. Dia mulai membuka pintunya pelan-pelan kemudian memeluknya dalam-dalam. Dia baru sadar jika andi masih mencintainya seperti matahari dengan bumi. ketika dia menerima catatannya tentang dirinya dari dinda. Dalam kesunyian inilah saat semuanya masih menukar airmata dan infus yang setia meleka di lengannya. Dia membisikkan kata-kata di dekat telinganya “ atas nama cinta, aku mencintaimu,di. seperti adam dan hawa”. Hanya suara jam yang terdengarkan setelah kata-kata itu telah mengisi kesunyian.

* Buat seseorang yang selalu dekat di jiwaku.

About us

Office : Jl. Telagawarna Blok D Nomer 2 Kelurahan Telogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Jawa Timur

Salam Redaksi

Kritik dan Saran Kami Sangat Mengharpkan dari Para Kader dan Pembaca, Agar Kedepannya Isi Maupun Conten Bisa Kami Sajikan Lebih Baik

Info Pengurus

© 2011-2014 MEDIA ONLINE "Ad-dakhil". Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.