Tuesday, 20 October 2015

Kabut

Unknown     23:25    


Aku tidak tau sedari kapan takdir  ku di mulai,  yang aku tau aku hidup di dunia dan harus menderita. Pernah aku membenci tuhan yang ku anggap hanya mengobral janji dan tidak memahami apa yang ku relasikan dalam hidupku. Aku hanya berharap tanpa kepastian,
Mengapa aku tak bisa seperti mereka yang mewah akan berbagai hal, aku hanya gadis yang setiap harinya memakan tahu tempe dan bersekolah dengan 1 buku yang hanya bisa ku tulisi dengan bolpoin sisa anak majikan bunda agar bisa ku hapus tukisan itu dan bisa melanjutkan sekolah esok lusa.

“ bunda kapan ya bisa beli buku baru...?”
“nanti sayang kalau sudah  ada rejeki, berdoalah anakku”
Kalimat  itu selalu di sajikan bunda setiap aku meminta buku baru agar dapat ku tulisi dengan sempurna. Bahkan ketika aku terpilih mengikuti olimpiade di sekolah mereka hanya tertawa dengan keadaan seragamku yang warnanya telah pudar.
Namun aku harus tegar aku yakin kuasa tuhan akan berbicara di kemudian hari. Tapi kapan tuhan......? aku telah letih seletih diriku yang ahhrus menghitung putaran jam agar bisa bertawakal padamu.
“lulus.......”
Ini adalah hadiah terindah untuk perjuangan ku di slta sekarang aku akan mencari kerja akan ku buktikan bahwa aku bisa dan tidak hanya 1 buku yang bisa ku beli.
Pulang dari sekolah aku langsung mencari pekerjaan tanpa memberi tahu ibu perihal kabar bahagia itu. malam melintang aku harus pulang.......walau belum kudapat pekerjaan yang ku harapkan  tadi. Hujan mengguyur alam aku kesukitan untuk pulang kerumah. Aku harus menerobos demo air langit karena ibu pasti menghawatirkan ku.
Setelah ku buka pintu apa yang kudapati.....? ibu tak bernyawa lagi, wajah nya memucat akibat dingin yang luar biasa aku berteriak histeris namun tak ada yang datang. Disamping bahu ibu tergeletak ku lihat sebuah buku baru yang di sampul “UNTUK MU PUTRI TERCINTA” mungkin ibu menunggu ku sedari tadi.....oh tuhan apa yang ku lakukan atau kau yang terlalu jahat memutuskan takdir untukkju maafkan aku ibu.......
“IBU BANGUN AKU LULUS BU....”

Semua terlambat aku telah kehilangan orang yang ku cinta tanpa memberinya suatu hadiah. TUHAN AKU TAK SANGGUP

Penulis: salah satu mahasiswa ilmu komunikasi, fakultas ilmu sosial ilmu politik universitas tribhuwana tunggadewi malang

0 comments :

About us

Office : Jl. Telagawarna Blok D Nomer 2 Kelurahan Telogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Jawa Timur

Salam Redaksi

Kritik dan Saran Kami Sangat Mengharpkan dari Para Kader dan Pembaca, Agar Kedepannya Isi Maupun Conten Bisa Kami Sajikan Lebih Baik
© 2011-2014 MEDIA ONLINE "Ad-dakhil". Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.