Mengapa aku tak bisa seperti mereka yang mewah akan berbagai
hal, aku hanya gadis yang setiap harinya memakan tahu tempe dan bersekolah
dengan 1 buku yang hanya bisa ku tulisi dengan bolpoin sisa anak majikan bunda
agar bisa ku hapus tukisan itu dan bisa melanjutkan sekolah esok lusa.
“ bunda kapan ya bisa beli buku baru...?”
“nanti sayang kalau sudah
ada rejeki, berdoalah anakku”
Kalimat itu selalu di
sajikan bunda setiap aku meminta buku baru agar dapat ku tulisi dengan
sempurna. Bahkan ketika aku terpilih mengikuti olimpiade di sekolah mereka
hanya tertawa dengan keadaan seragamku yang warnanya telah pudar.
Namun aku harus tegar aku yakin kuasa tuhan akan berbicara
di kemudian hari. Tapi kapan tuhan......? aku telah letih seletih diriku yang ahhrus
menghitung putaran jam agar bisa bertawakal padamu.
“lulus.......”
Ini adalah hadiah terindah untuk perjuangan ku di slta
sekarang aku akan mencari kerja akan ku buktikan bahwa aku bisa dan tidak hanya
1 buku yang bisa ku beli.
Pulang dari sekolah aku langsung mencari pekerjaan tanpa
memberi tahu ibu perihal kabar bahagia itu. malam melintang aku harus
pulang.......walau belum kudapat pekerjaan yang ku harapkan tadi. Hujan mengguyur alam aku kesukitan
untuk pulang kerumah. Aku harus menerobos demo air langit karena ibu pasti
menghawatirkan ku.
Setelah ku buka pintu apa yang kudapati.....? ibu tak
bernyawa lagi, wajah nya memucat akibat dingin yang luar biasa aku berteriak
histeris namun tak ada yang datang. Disamping bahu ibu tergeletak ku lihat sebuah
buku baru yang di sampul “UNTUK MU PUTRI TERCINTA” mungkin ibu menunggu ku
sedari tadi.....oh tuhan apa yang ku lakukan atau kau yang terlalu jahat
memutuskan takdir untukkju maafkan aku ibu.......
“IBU BANGUN AKU LULUS BU....”
Semua terlambat aku telah kehilangan orang yang ku cinta tanpa
memberinya suatu hadiah. “TUHAN AKU TAK SANGGUP”
Penulis: salah satu mahasiswa ilmu komunikasi, fakultas ilmu sosial ilmu politik universitas tribhuwana tunggadewi malang

0 comments :