Menurut fairuz huda, politik adalah
momentum besar yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali ini harus benar benar
jeli dalam memilihnya. Sebab nantinya jika salah dalam mengambil tindakan pada
saat memilih maka rakyat sendiri yang akan menjadi tumbal tikus tikus berdasi
yg berjalan tanpa mata, tanpa telinga, dan lebih parahnya tak pernah mengenal
hati.
namun yang menjadi masalah, mayoritas mahasiswa apatis dengan politik, apalagi dengan momentum PEMILU yang sebentar lagi akan dilaksanakan, padahal moment PEMILU pada tanggal Sembilan april ini hanya dilaksanakan sekali dalam lima tahun, untuk menentukan siapa yang pantas untuk menjadi wakil rakyat dalam menyampaikan aspirasinya. Ketika mahasiswa yang di anggap sudah bisa untuk menganalisa siapa kira kira yang pantas untuk menjadi wakil rakyat dalam menyampaikan aspirasinya apalagi masyarakat biasa yang tidak tahu bagaimana dunia politik yang sebenarnya.
Pesta demokrasi yang sebentar lagi
akan digelar sepertinya hanya dijadikan bisnis, para caleg menginvestasikan
uang kepada masyarakat dengan harapan nantinya akan terpilih dan setelah itu
malah akan mendapat penghasilan yang banyak yaitu uang rakyat, uang yang
awalnya diberikan kepada masyarakat sebelum dirinya terpilih itu dianggap
sebuah modal dan hasil yang akan dicapai adalah uang rakyat, akhirnya nanti rakyat itu sendiri yang akan
rugi sudah jelas hal hal yang seperti ini terlihat seperti pengelolaan bisnis.
Melihat perkembangan dunia politik
hari ini, idealisme politik bagaikan teracuni oleh oknum oknum yang menjalankan
politiknya dengan menaburkan uang
(politik uang) hal itulah yang perlu diwaspadai
dan diluruskan, sebab waktu yang satu hari digunakan untuk pemilihan
akan menentukan kebijakan lima tahun yang akan di emban oleh para CALEG terpilih nantinya, sehingga
tidak salah jika para pengamat politik mengatakan bahwa momentum yang satu hari
itu adalah penentu nasib rakyat yang akan dijalani selama lima tahun kedepan,
jelas pemateri seminar, Fairus Huda.
0 comments :