Semi yg baru dirasa
Menjadi kemarau
Melayukan kuncup dlm kekeringan.
Daun daun gugur masa remaja
Melepas perjalanan
Dalam masa masa perjuangan.
Getir jiwa melangkah
Saat semipun kian gugur
Hanya meninggalkan jiwa keronta
Tanpa basuh bening yg selalu tegar.
Betapa jiwa rindu akan sejuk penuh ketulusan
Saat abat demi abat
Embunpun enyah
Tanpa labuh pada buana jiwa,
Hingga airmata terasa menemukan
Lembahx untuk mengalir.
Sungguh jiwa yg malang.....
Yang hanya mampu menghampar tanganx
Meminta gaduh redam
Saat hari demi hari hanya terlewati
Dengan lara yg menjadi sukma.
Menjadi kemarau
Melayukan kuncup dlm kekeringan.
Daun daun gugur masa remaja
Melepas perjalanan
Dalam masa masa perjuangan.
Getir jiwa melangkah
Saat semipun kian gugur
Hanya meninggalkan jiwa keronta
Tanpa basuh bening yg selalu tegar.
Betapa jiwa rindu akan sejuk penuh ketulusan
Saat abat demi abat
Embunpun enyah
Tanpa labuh pada buana jiwa,
Hingga airmata terasa menemukan
Lembahx untuk mengalir.
Sungguh jiwa yg malang.....
Yang hanya mampu menghampar tanganx
Meminta gaduh redam
Saat hari demi hari hanya terlewati
Dengan lara yg menjadi sukma.
penulis dari komunikasi fakultas sosial politik

0 comments :