Hilang
fajar tumbuh mentari
terpetik
jam terkelupas waktu
duduk
sepi menatap mentari
menghitung
jari kpapan kau kembali
Sorut
mata dalam kedipan
Menatap
jalan takberpenghuni
Sepi
suram relung hati
Tanpa
umbaran kau dalam pagi.
nafas
hilang terhempas angin,
suram
reduk mimpi terang
ketika
harap kian terbang
dalam
rasa penuh penantian.
Kicau
burung kian merdu
Bernada
rindu tentang jiwaku
Gugurkan
airmata bak embun pagi
Bergemuruh
sesal tanpa haru kian takhenti
Oleh: M. Rofiqi (Komunikasi)
0 comments :