Indonesia
saat ini tengah mengalami bonus
biografi, bonus biogarfi dapat memberikan efek positif namun juga ada efek
negatifnya. Jika keadaan ini tidak dikelola dengan baik maka poros demokrasi
akan memberi gerbang rusaknya moral dan mentalitas pemuda.
Berbicara
kebijakan tentang kepemudaan selalu erat kaitannya dengan pelaksana teknis
kebijakan yaitu kementerian pemuda dan olahraga. Namun harus disadari, bahwa
tanggung jawab tersebut juga melingkupi semua sector pemerintahan presiden
jokowi, dalam pembangunan manusia menggunakan selogan revolusi mental. Hal ini
dikarenakan efek globalisasi belum mampu dikelola dengan baik. Maka kebijakan
model pembangunan karakter mental pemuda harus dilakukan secara integrative dan
kompherensif disemua sector.
Dalam cabinet kerja yang telah dibentuk, terdapat
kementerian coordinator pembangunan manusia dan kebudayaan. Ini menjadi spirit
kesungguhan dalam revolusi mental bangsa Indonesia lima tahun mendatang.
Berbagai
organisasi kepemudaan tumbuh berkembang di Indonesia mengikutu arus demokrasi
dan keterbukaan. Namun dengan tumbuh suburnya organisasi kepemudaan perlu
adanya klasifikasi dalam rangka pembinaan yang kompherensip. Dari sekian
organisasi, perlu adanya identifikasi pemetaan untuk membuat kerangka kebijakan
yang mendukung pengembangan pemuda.
Organisasi
yang mengedepankan pemberdayaan berbasis kebangsaan harus diberikan supporting
system tersendiri, jika impian pembangunan manusia menuju revolusi mental ingin
terwujud. Selama ini organisasi kepemudaan yang paling aktif melakukan gerakan
kebangsaan dan turutserta dalam menjaga NKRI. Di akui atau tidak organisasi
paling massif dalam pengkaderan kebangsaan adalah organisasi kemahasiswaan yang
tergabung dalam forum cipayung. Forum tersebut berisi PMII, HMI, PMKRI, GMKI
dan GMNI.
Kiprah
kelima organisasi kepemudaan yang berbasis kepada kemahasiswaan diatas telah
dicatat oleh sejarah. Mau tidak mau harus di akui berdirinya komite nasional
Indonesia (KNPI) merupakan hasil organisasi tersebut. Cikal bakal KNPI
terbentuk ketika era 60 an organisasi tersebut menggabungkan diri dalam forum
nasional kesatuan aksi mahasiswa Indonesia (KAMI). Oleh karena itu, kedepan,
roadmap pembangunan manusia Indonesia tidak boleh meninggalkan organisasi tersebut.
Penulis:
Bambang Tri Anggono PB PMII
0 comments :