Malang, 11-01-2015, gerakan
mahasiswa merupakan baro meter dalam
ssanitasi pijakan untuk melestarikan setiap ketimpangan dalam social dan budaya
bahkan dalamm aspek apapun mahasiswa memang selalu di jadikan sebagai sosok
yang mampu untuk mengadvokasi kehidupan bermasyarakat dalam tatanan social,
karena memang gaungan seorang mahasiswa dapat menggetarkan seluruh nusantara.
Oleh sebab itu, jika seorang mahasiswa hanya menjadi
mahasiswa yang penakut tidak sama seperti yang di harapkan oleh fanding father
kita untuk meneruskan perjuangan nya maka, mka aini adalah hal yang sangat
ironis sekali apabila adanya mahasiswa tidak dapat mmbawa perubahan besar untuk
Indonesia, bisanya hanya menjadi
penumpang saja dalam berwarga Negara sedangkan adanya hanya mengandalkan stayl
nya aja bukan lagi untuk mempertajam intelektualnya demi Indonesi.
Hal in terlahir dari gejolak para sahabat seekalian
untuk melestarikan hal-hal yg memang tidak di inginkan oleh para sahabat yang
mana dalam gerakan mahasiswa hari ini sudah tidak seperti yang dulu karena
factor kehidupan yang selalu berpatokan kepada gaya hidup, lantas asumsi apa
selama ini yang di ambiol dari sejarah nya para pahlawan kita yang jlas-jelas memiliki harapan besr kepada
para generasi mudanya untuk membawa
perubahan besar terhadap Indonesia, namun realitanya non sine, karena dalam
gerakan nya seorang ahasiswa semua nya hanya lah mimpi yang tak oernah
terwujudkan dan terealisasikan.
Semuanya hanyalah sebatas di tatanan konsep dan teori saja tapi dalam gerakan nya
sekarang tidak ada, apakah ini yang namanya mahasiswa sejati, yang hanya hidup
bermimpi tanpa ada bukti yang pasti. Dalam melangkah sebenarnya tidak cukup
hnaya dengan beretorika belaka jika tika dapat mengimplmentaika apa yang telah
menjadi gagasan dalam perdebatan di setiap pendiskusian sehari-hari.
Jadi dari beberapa statmen yang telah menjadi alibinya
seorang intelektual hanya untuk menghindari dari sebuah tanggung jawab besar
dalam hidup nya yaitu untuk kemerdekaan pribadi juga umumnya kmedekaan
Indonesia, sehingga mansate mahasiswa hari ini sudah menjadi kerdil karena factor apatismenya terhadap Indonesia.
Jadi, gerkan mahasiswa pun tanpa observasi sehingga membuat mereka tidak
terkendali dalam melangkah, itu sebabnya kenapa gerakan mahsiswa hari ini sudah
tidak relevan lagi jika di tinjau dari kehidupan social dan budaya.
*Penulis dari
prodi ilmu administrasi Negara, ilmu social dan ilmu politik universitas
tribhuwana tunggadewi malang
0 comments :