Mastodi Al-farisi, mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang angkatan tahun 2006, lahir di Sumenep, 16 September 1988. Ayahnya lahir di pesisir keturunan TNI angkatan darat (AD) dan Ibunya keturunan keluarga tani.
Sebelum menginjak tanah kota bunga, pernah menjalani karir pendidikannya di SDN Legung Barat tamat tahun 1996 dan MI Miftahul Anwar Dapenda Batang-batang sumenep tamat pada tahun 1998, kemudian tahun 1998-2001 melanjutkan studinya di MTs At-ta’awun tekay. Sempat mengabdi di Pondok Pesantren An-Nuqayah Daerah Lubangsa Raya, Guluk-guluk Sumenep empat tahun (2002-2006).
Selain nyantri di PP. an-nuqayah, Mastodi menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas di MA 1 An-Nuqayah tamat pada tahun 2006. Selama empat tahun nyantri dan menyelesaikan pendidikan formalnya, juga aktif di beberapa organisasi formal; seperti Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Palang Merah Remaja (PMR), Organisasi daerah yang bernama IKSAL (Ikatan santri legung) dan IKSTIDA (Ikatan santri timur daya) PP. An-Nuqayah daerah lubangsa raya. Sedangkan aktivitas organisasi non-formal yang pernah di jelajahi; komunitas penulis santri an-nuqayah yang dimediasi langsung oleh Lora Faizi El-Kaelan, Lora Miming … dan Lora Mustafa, sanggar seni teater “andalas”, dan pernah diangkat menjadi crew redaksi Majalah pesantren yang bernama “MUARA” selama dua tahun.
Mastodi Al-farisi—sebutan penanya, sejak usia 15 tahun suka merangkai kata-kata keindahan alam kampong (desa) halamannya dan sering menulis di buku-buku sodiak tentang aktivitas sehari-hariannya. Nyaris dalam waktu yang panjang bernustalgia dengan pena dan kertas putih itu tidak pernah membuahkan buku, namun beberapa karyanya mampu menorehkan prestasi berharga di nobatkan karya tulis “Essay Terbaik” dan Juara III “Cipta Puisi Spontan” pada Haflatul Imtihan PP. An-nuqayah.
Pada tahun 2006 mencoba memberanikan diri beberapa karyanya disebarkan ke media massa seperti Buletin, Majalah, dan beberpa Koran lokal hingga nasional untuk di publikasikan. Semangat berapi-api tetap menyala tiap saat sembari memanfaatkan waktu kosong menorehkan imajinasi dan inspirasinya. Sela-sela waktu juga tak pernah peninggalkan untuk membaca buku baik yang berkaitan dengan akademik maupun buku-buku ilmiah lainnya.
Gread Mastodi terangkat sejak kiprahnya masuk dunia akademisi dan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di Countri hingga Cabang Kota Malang. Pada tahun 2008-2010 kiprahnya menduduki struktural badan pengurus eksekutif mahasiswa Unitri. Sosok militan itu mewarnai pergerakan mahasiswa islam terhadap heterogenitas mahasiswa Unitri yang notabenenya non muslim dan ras komunal daerah Nosa Tenggara Timur, Papua, Timor Leste dan Kalimantan. Jawa dan Madura tidak bermaksud untuk diskriditkan, akan tetapi untuk menjawantahkan nilai-nilai dan sikap pribadi yang luhur sebagai representasi-manivestasi diri yang dilahirkan dan besar di tanah jawa-madura.
Sebelum berakhir dalam kepengurusan badan eksekutif mahasiswa Unitri, pada bulan Juli 2010 merintis lembaga ke-Pers-an mahasiswa bernama “Eksekutif News”, sekarang diganti nama “Tri-Media” sebagai media publikasi dan informasi civitas akademika Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, media ini eksis hingga sekarang terbit dua kali dalam satu bulan. Selang beberapa bulan kemudian, eksekutif news memiliki induk sebagai wadah pembelajaran dan mengasah potensi mahasiswa di dunia junalistik dan fotografer. Wadah ini atas inisiatif sendiri bersama crew dibawah pimpinan redaksi Mastodi Al-farisi.
Dipergerakan, kiprah mastodi malang-melintang sejak di kader PMII komisariat Countri.
0 comments :