Tuesday, 17 July 2012

MADING TERBITAN IV

Unknown     21:49    

CREW MADING FISIP AD-DAKHIL



Pelindung

(komisariat PMII COUNTRY UNITRI)

Penanggungjawab

(Ketua Rayon Fisip Ad-Dakhil)

Pemred

Imam Jazuli

Sekred

Novia sulaimah


Redaktur Pelaksana

Latif Yanto

Faidi

Munawara


Reporter

Moh.farid

Agus

Sulaiman

Farid al-basyari


Illustrator

Moh. Faiz





SALAM REDAKSI


Untuk mengawali kata-kata ini tidak lupa saya pajatkan segala puji syukur kepada Allah swt, karena berkat nikmat beliau kita masih diberi kesempatan untuk saling bertutur kata dan menyampaikan segala aspirasi yang ada dalam diri kita. Semoga apa-apa yang telah kita lakukan mendapat balasan dari yang berhak memberi balasan.

Shalawat wasalamuhu semoga tetap teralirkan kepada junjungan kita, yakni: nabi muhammad saw. Karena perjuangan beliaulah kita semua bisa mengenal dengan yang dinamakan media. Yang intinya kita diperkenalkan dengan ilmu pengetahuan yang begitu kompleks dan semakin berkembang.

Ada kebanggaan tersendiri bagi kami, karena dari kerja keras dan gereget dari pada pengurus dan crew mading sehingga penerbitan ini tetap berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan; insyaallah. Rasanya tidak dapat disadari bahwa pada kali ini mading rayon fisip ad-dakhil sudah edisi IV. itupun tidak lepas dari dukungan dan sumbangsih pengurus, crew dan anggota itu sendiri. Sebab arah perkembangan organisasi apabila ingin mencapai tujuan yang kita inginkan kita harus saling bekerja sama dan sama kerjanya. Dan semua itu insyaallah kami telah jalankan di rayon fisip. Yang paling penting dalam kita hidup dan berorganisasi adalah tidak pernah berhenti berperoses. Jika anda merasa puas dengan apa yang anda miliki dan menyombongkan diri, maka akan mandeg dan mempunyai daya upaya berperoses lagi. Sebaiknya dan semestiinya kita tidak pernah merasa puas dalam berperoses.

Dalam edisi kali ini kami crew mading rayon fisip ad-dakhil mengangkangkat sebuah tema “etika dan pendidikan politik di indonesia”. Semua ini tidak lepas dari wajah-wajah perpolitikan di Indonesia itu sendiri. Apabila kita telisik dari sebuah arti murni dan latar belakangnya, ngomong masalah etika berarti kita juga berbicara maslah moral. Etika itu terbentuk dengan sendirinya dan memang menjadi sebuah keperibadian individu bagi seluruh manusia. Dalam etika memang sudah di klasivikasikan menjadi dua yaitu: etika yang sesuai dengan aturan agama dan Negara (etika baik) dan etika yang menyimpang dari itu (etika buruk). Sehingga dalam diri manusi hanya ada dua karakter tersebut. bagaimana kita meminimaiz semua hal itu menjadi etika yang sesuai. Itupun butuh peruses dan memang mentalitas yang kuat. Juga komitmen sangatlah mendukung untuk mendapatkan semua yang kita harapkan.

Kaitannya dengan pendidikan dan wajah pepolitikan di Indonesia itu apa?. Sifat manusia selalu ingin tahu dan tidak pernah berhenti untuk memperebutkan sesuatu (sebut saja kekuasaan). Di Indonesia kita kenal dengan faham demokrasi. Dalam artian kita diberi kebebasan segala-galanya baik itu kita dai menyampaikan keluhan-keluhan atau kritikan kepada aapratur Negara dan juga sistim pemilihan bebas. Sehingga tidak dapat dipungkiri maka muncullah sebuah partai-partai baru di Indonesia hanya untuk memperebutkan kekuasaan. Disinilah kepentingan-kepentingan peribadi dibawa dalam kepentingan organisasi. Yang sangat rawan stigma mereka yang mengusung partai tersebut haruslah menang dengan cara appun. Dari itu muncullah many politik yang berkembang di seluruh partai-parai. Lalu imbasnya juaga kepada masyarakat dibawah garis kemiskinan. Korupsi, kolusi dan nepotisme merambah ke mana-mana. Arti politik yang sesungguhnyapun luntur dengan sendirinya. Disini peran etika dalam berpolitik sangatlah dibutuhkan dalam mengatasi dan mengantisipasi masalah tersebut. apabila kita sudah tidak mempunyai etika dalam berpolitik maka hancurlah ketatanegaraan di Indonesia. Sangatlah pantas kiranya Indonesia disebut Negara yang tidak bermoral.

Dalam edisi kali ini sangatlah patut dibaca dan dijadikan sebuah refrensi bagi para pembaca agar nantinya kita selalu dan selalu berpolitik menggunakan etika. Dan jika para pembaca ingin menyumbangkan kritikan atau tulisan silahkan kirimkan ke email fisip atau langsung setorkan ke meja redaksi. Karena kritikan sangatlah dibutuhkan untuk dijadikan bahan evaluasi bagi kami agar nantinya terbitan yang selanjutnya kita crew mading insyaallah akn lebih baik dari yang sebelumnya. Terakhir saya peribadi; pemred mading rayon fisip ad-dakhil mengucpkan permohonan maaf apabila kata-kata saya yang berbentuk tulisan ini tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Salam perdamaian….!

Wassalam (red).



INFO PENTING

Kami seluruh crew mading rayon fisip ad-dakhil mengucapkan selamat menikmati hari tenang dan semoga kita semua diberikan kemudahan dalam ujian akhir nanti.



Kegiatan rayon fisip ad-dakhil dalam minggu ini:

no Nama acara Otput/target Penanggung jawab Hari/tanggal pelaksanaan

1 Diskusi Fakultatif

Tema “Budaya Organisasi” -mengetahui apa arti organisasi yang sesungguhnya

-bagaimana mikanisme dalam organisasi

-bagaimana kita menjadi terangsang igin berorganisasi dan selalu menanamkan budaya dalam berorganisasi

-agar supaya fayon fisip ini mempunyai pandangan dan rasa memiliki terhadap organisasi Departemen pendidikan dan kebudayaan Hari senin malam selasa tgl 09-07-2012, jam 18.30. tempat di komisariat PMII country unitri lantai 2

Penugasan tulisan yang selanjutnya:

Salam Redaksi : pemred mading

Informasi         : Crew Mading

Artikel            : Latif Fianto

Cerpen           : Imam J. Larat

Puisi               : Nasir



ARTIKEL

PENDIDIKAN DAN ETIKA BERPOLITIK

Oleh: Faidi

Prof. Dr. S. Nasution, M.A. didalam Kata Pengantar bukunya, “Sejarah Pendidikan Indonesia” mengatakan, “Pendidikan tidak berdiri sendiri akan tetapi senantiasa dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan politik, sosial, ekonomi, cultural. Sering pendidikan dipandang sebagai alat politik untuk mengatur dan menguasai perkembangan suatu bangsa, walaupun politik sendiri tidak lepas dari pengaruh sosial, ekonomi dan budaya”.

Titik yang paling penting didalam perjalan sejarah pendidikan Indonesia adalah pada saat munculnya ide Politik Etis. Latar belakang Politik Etis dimulai setelah terjadinya kesulitan keuangan pemerintah Belanda akibat perang Diponegoro (1825-1830) dan perang antara Belanda dengan Belgia (1830-1839). Kesulitan keuangan ini menyebabkan raja Belanda menerima rencana yang diajukan oleh Van Den Bosch dimana pekerjaan budak menjadi dasar eksploitasi colonial. Ia membawa ide penggunaan kerja paksa sebagai cara yang paling ampuh untuk memperoleh keuntungan maksimal, yang kemudian dikenal sebagai cultuurstelsel atau Tanam Paksa yang memaksa penduduk Jawa untuk menghasilkan tanaman untuk pasaran Eropa.

Selanjutnya pada tahun 1899 barulah secara resmi muncul ide Politik Etis dengan terbitnya sebuah artikel oleh Van Deventer berjudul “Hutang Kehormatan” dalam majalah De Gids. Van Deventer menganjurkan program yang ambisius untuk memajukan kesejahteraan rakyat. Ia ingin memperbaiki irigasi, transmigrasi dan pendidikan. Pendidikan dan emansipasi itulah yg menjadi inti Politik Etis.

Neo Politik Etis

Konteks pendidikan saat ini masih didominasi suatu konstruksi pemikiran yang sangat pragmatis dari dunia pendidikan dimana orientasi untuk belajar ialah hanya untuk mencari sebuah pekerjaan yang layak tanpa memperhatikan makna pencerahan dari sebuah sistem pendidikan, mental-mental inlander ini pada dasarnya adalah sebuah konstruksi besar dari sebuah sistem kapitalisme global yang masih terus lestari.

Proses sistem pendidikan modern dibawa oleh kaum-kaum kolonial di tanah air kita dengan diawali oleh sebuah kebijakan politik etis yang pada akhirnya memunculkan kebijakan politik etis ini terlebih dahulu diawali oleh sebuah pergulatan dari kelompok-kelompok konservatif (terdiri dari kaum-kaum birokrat dan aristokrasi kerajaan Belanda yang berkultur sangat feodal) yang menghendaki untuk tetap memegang segala sesuatu kebijakan Negara tanpa campur tangan dari kelompok-kelompok moderat (dalam hal ini ialah kelompok-kelompok pengusaha) melawan kelompok-kelompok moderat (yang banyak dimotori oleh kaum-kaum pengusaha, termasuk Van Deventer sendiri yang dikenal sebagai penggagas kebijakan politik etis ini).

Sumber Bacaan:

Sejarah Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. S. Nasution, M.A., 2001, PT. Bumi Aksara

Wajah demokrasi

Perwajahan demokrasi dunia dimake-up oleh amerika dan sekutu-sekutunya di Eropa. Demokrasi menjadi alat menstabilkan sebuah langkah politik dan ekonomi mereka. Isu pelanggaran HAM berat digunakan amerika dan sekutu-sekutunyacuntuk melegitimasi intervensi ke Negara-negara lain. Indonemmsia menikmati serangan model seperti ini, berulang-ulang kali. Ketika president soekarno berpijak pada prinsip luar negeri bebas-aktif, tidak terikat dengan poros Negara-negara yang berseberangan, yaitu blok barat dan blok timur,. Beliau harus menikmati tusukan dan cap bahwa demokrasi terpimpin yang di usungnya berlawanan dengan perwajahan demokrasi produk mereka.

Kita tidak dalam pendewasaan demokrasi, namun kita sedang mencari wajah demokrasi. Tentu saja, Perwajahan demokrasi yang kita cari adalah perwajahan demokrasi yang sesuai dengan jati diri bangsa kita sebagai NKRI. Pendidikan politik yang sehat harus mampu mewujudkan tujuan yang diperlukan dari suatu pendidikan politik, yaitu:

(1) membentuk kepribadian bangsa,

(2) menumbuhkan kesadaran politik yang aktif

(3) partisipasi politik yang luas dari warga Negara.

Etika Politik

Sebagai waraga yang beradab, yang menghargai adat-adat ketimuran, yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesatuan, namun menjadi bangsa yang biadab dan korup nomor wahid. Sejujurnya, apa yang sebenarnya kita harapkan dari bangsa yang sebesar Indonesia sebab perjalannya meniti peradaban justru semakin jauh meninggalkan moralitas dan nilai etika? Bagaimana mungkin kemudian membangun bangsa,” yang menjahit satu orang tapi kemudian yang merusak jahitan seribu orang”, bagaimana untuk membangun bangsa yang baik?.

Republic yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, tapi justru sangat ironi sekali ketika republic ini pengekspor TKI terbesar di Negara se-Asia, sebab Negara gagal menciptakan lapangan kerja untuk warga negaranya, sementara pemimpin bangsa sibuk dengan kemewahan, symbol-simbol dan terjebak dengan politik pencitraan, tapi lupa dengan politik melayani rakyatnya, kesadaran palsu ini yang terus-berulang di republic ini.



Peran Mahasiswa

Runtuhnya pemerintahan orde baru tahun 1998, telah mengantarkan bangsa Indonesia pada sebuah zona baru yang dikenal dengan era reformasi. Tapi syangnya, zona yang diharapkan bisa memberikan perubahan kearah lebih baik ini, dirasakan masih jauh dari harapan, bahkan segelintir kelompok terkesan”mabuk” reformasi dan mengaplikasikannya secara liar dan kebablasan.

“sebagai elemen masyarakat, kita patut prihatin melihat kondisi saat ini, yang terkesan berjalan tanpa control. Berbagai gesekan terjadi ditengah masyarakat kita, termasuk memakai symbol-simbol agama. Reformasi yang kita jalani ini ibarat rumput yang tumbuh liar”.

Peran mahasiswa sangat penting dalam merubah carut marut demokrasi bangsa saat ini. Sebab, mahasiswa memiliki peran tersendiri dalam upaya mewujudkan demokrasi yang ideal karena mahasiswa memiliki peran social sebagai agent of change, agent of modernizing, agent of control dan agent-agent lainnya.

Gerakan perlawanan mahasiswa sesungguhnya merupakan gerakan perlawanan yang dinamis.dimensi pembanguanan gerakan mahasiswa agar ilmia perlu di awali dengan konsep membaca,sesuatu yang berhubungan dengan teks dan naskah tetapi lebih dari itu,menelaah meriset, merenungkan,bereksperimen, berkontemplasi.

Objeknya bisa berupa beragam persoalan yang ada di masyarakat.mulai dari persoalan ekonomi politik, budaya dan bahkan persoalan etika dan moralitas.paradigma di kampus bertumpuh pada penyelarasan ideologis dengan ketajaman analisis terhadap persoalan persolan yang terjadi. Kalangan mahasiswa di harapkan mampu membaca, mengkaji, dan berdiskusi secara logis, kritis, sistematis dan komperhensif serta mampu membedah persoalan dari berbagai aspek dan sudut pandang ilmu dan pemikiran yang konstruktif. Oleh karena itu, gerakan mahasiswa di harapkan ampu memberikan jawaban atas kondisi zaman yang terus berubah.

Malang 2012




CERPEN

Engkaulah: Perempuan Pengantar Rindu

Oleh: Mawardi Stiawan



Bukankah hal yang paling berharga apabila kita bersama dengan kekasih yang kita cintai?. Dan bukahkah hal yang paling bahagia apbila kita mencintai dan dicintai?



Justru karena itu aku mencintaimu….!

Ya, mencintaimu bagaikan memetik setangkai mawar di taman; harum menyemerbak ke mana-mana. Bukankah engkau juga mencintaiku?. Mencintaiku sebagai sang pembual dengan kata-kata romantis yang sebenarnya sudah lebai dan basi. Hanya inilah kemampuanku dan selebihnya aku sudah tidak mengerti.



Tuhan memang adil. Kenapa harus begitu? Karena tuhan menciptakan langit dan bumi, siang dan malam, laki-laki dan perempuan agar keduanya saling mengisi dalam kekurangan dan saling mengenal satu dengan lainnya. tepatnya saling berpasangan. matahari yang setiap pagi pergi dan ketika malam dia pulang, ternyata telah mengantarkan aku pada sebuah ruang rindu. Ya, ruang rindu. aku sendiri tidak tahu inikah cinta atau hanyalah retorika belaka. Tapi yang pasti aku merasa nyaman bila aku ada di dekatnya, rasanya aku baru saja menemukan ketenangan yang baru datang dan rasa pertama kali aku menikmatinya.

Kamu tahu kenapa aku sangat merindukanmu?. Karena disitulah serpihan hatiku melekat. Ya, seperti telah di lem sehingga begitu sulit rasanya untuk di lepaskan. Setiap hari berkumpul, ketawa bersama dan jalan-jalan bersama menjadikan segalanya begitu indah. Bukankah cinta akan lahir dalam setiap kebersamaan!. Dan Aku sendiri tidak tahu kecerdasan apa yang kamu pakai sehingga membuatku untuk selalu ingin bersamamu. Senyum dan keindahan wajahmu teramat jelas melingkar di benakku. Sepertinya aku terbius sihirmu.

Manusia akan selalu melakukan apa yang telah membuat hatinya berbunga termasuk bermimpi untuk mendapatkan segera seorang pendamping dalam hidupnya. Dan perasaan inilah yang sering kali muncul dalam benakku. Membohongi perasaan adalah suatu bentuk kebohongan terbesar, itu adalah dosa bagiku. Makanya aku tidak ingin terus bergelimang dosa yang selama ini aku pendam di hati. Kamu tahu kenapa aku berkata begitu? Karena aku sangat menyanyangimu dan mencintaimu melebihi apapun yang ada di dunia ini. Aku tak ingin jauh darimu apalagi harus kehilanganmu. Dan aku tidak tahu jika airmata ini akan bermuara karena kehilanganmu. Sebab bagiku kamu adalah kehidupanku. Tidak ketemu sehari saja, rasanya diriku di bawah ke alam kerinduan yang teramat dalam. Dan Hati siapa yang rela tak bersua dalam sedikit saja tak menatap wajah orang yang kita cintai.

Jujur saja, setelah pertemuan di alun-alun kota Malang malam itu. Sungguh hatiku merasakan sesuatu yang berbeda yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Sepertinya ada gelombang yang terus beriak dalam hatiku. Matamu seperti bunga mawar yang baru mekar sehingga membuat banyak kupu-kupu ingin hinggap di tangkaimu. Suaramu seperti bunyi seruling yang di mainkan dalam sunyi malam bersama tarian ilalang dan desau angin. Rasanya hatiku tenang dan nyaman setiap mendengarnya.





Malam yang selalu merindukan pagi dan pagi yang juga merindukan malam. Akhirnya pada malam itu. Aku merasa bahagia yang kebahagian itu tidak bisa aku lukiskan dengan kata-kata. Malam itu dengan berucap Bismillahirahmanirahim kamu menerimaku sebagai pacarmu. Lalu berpisah ketika purnama telah sah di ubun-ubun kita.

ketika malam telah datang. Aku mulai merapikan tempat duduk di tengah sawah tepatnya di belakang rumahku. Sambil kutatap wajah bebintang yang bertebaran di langit dan. Wajah purnama yang begitu indah hingga aku dibuatnya tidak bosan untuk terus menatapnya. Sementara Angin malam itu terus mendesir dari arah yang berbeda mengantarkan malam kian larut. Sementara suara jejangkrik dan riuh bambu yang masih setia menemaniku. Sesekali saat ku terngadah ke atas langit. Aku melihat wajahmu tersenyum sembari melambaikan tangan lalu berucap “ malam sudah larut, abang harus tidur”. Dan kabut itu telah menenggelamkan semuanya.

Pagi telah datang. Dimana burung pemanjat doa telah bangun. Ayam-ayam telah bersautan. cahaya itu telah masuk ke kamarku lewat celah diatas genting kamarku yang pecah karena di jatuhi kelapa dari pohonnya. Sementara perasaan ini terus tumbuh hingga kadang aku sering mengigau akan namamu setiap waktu. Rasanya begitu kuat sekali perasaan ini tumbuh mengakar dalam diriku. Sampai tak ada kabarmu sehari saja. Aku menjadi gelisah, resah dan sepi. Sepertinya aku hanya membutuhkanmu dalam hidup ini tak ada yang lain.

Orang mungkin akan menganggapku sedang gila. Karena setiap hari aku selalu setia menunggumu ketika matahari sedikit malu muncul dari arah timur. Menunggumu berangkat sekolah dan menunggumu pulang dari sekolah dan itu aku lakukan setiap hari, semua karena aku sedang memenuhi panggilan hatiku untuk selalu saat denganmu.

Kamu tahu nggak kenapa aku semakin kangen padamu? Karena aku kangen sekali dengan tawamu, senyummu dan sesekali ketika kamu lagi jutek. Kamu masih ingat nggak? Dulu saat aku baru mengenalmu di alun-alun kota Malang. Sebelum kamu pulang sempat mengecup keningku sembari berucap “jaga diri baik-baik dan jangan lupa doakan aku semoga kita kekal sampai menjadi kekasih yang halal”. Kata-kata itu yang terus membuatku terus melamun memikirkanmu dalam setiap matahari datang dan pergi keperaduan malam.



Matahari terus berputar. Angin terus mendesir sementara waktu terus berlari serupa riak yang berkejaran di pantai. Semenjak kepergianmu itu membuat hidupku seperti hidup yang mati. Hidup ya, mati juga sepertinya. Kenapa aku bilang begitu? Mengapa tidak!!! Setelah kamu pergi dari hidupku. tanpa ada satu kabarpun yang rela melayang menghampiriku. Tiba-tiba saja kamu pergi dari kehidupanku. Kamu menepisku dari kehidupanmu. Aku tidak tahu, apakah kepergianmu ini karena kamu sudah merasa bosan denganku? Ataukah barangkali kamu sudah merasa aku tidak lagi pantas bersamamu? Sekali lagi. Aku tidak tahu. Benar-benar tidak tahu dan itu yang bikin aku pusing sampai sekarang. Mungkin kamu tidak pernah merasakan betapa perihnya ditinggal pergi dalam keadaan seperti ini. Sementara angin yang terus mendesir di halaman rumahku benar-benar membawa kabarmu sudah hilang dalam jejak waktu.

Setelah kejadian itu Fikiranku menjadi galau, mataku mulai sembab karena orang-orang di sekitarku pada bilang, jika aku ini terlalu lama menurunkan hujan dari mataku sendiri. Perlu kamu tahu. Aku selalu menghiraukan semua perkatan orang. Walaupun itu kadang teramat sulit kulakukan. Semua itu, bagiku kamu adalah keindahan yang tidak mudah kulupakan. Karena kamulah aku bisa menjadi lebih dewasa. Aku banyak belajar tentang hidup darimu, tentang kesabaran, kasih sayang dan keikhlasan.

Saat ini, aku sendiri sudah lupa yang keberapa kali aku menuliskan sajak tentang kita. Tapi yang kuingat, inilah sajak kecil untukmu. Bunyinya begini:



Sebuah Harapan



Aku berharap purnamamu masih tetap bersinar

Seperti hari sebelumnya

Ketika harapanku ini padamu

Belum juga usai

Setelah hujan turun dari mataku



Wanita yang punya nama Aura Mawar itulah yang kusebut sebagai perempuan pengantar rindu. Tolong disampaikan karena dia tiba-tiba menghilang di hatiku. Entahlah…



Malang 2012



 
Puisi Subaidi Pratama



MENGENANG SOSOK MATAHARI


-teruntuk Almarhum Bung Hatta



24 jam dalam eraman kerinduan kembali menyembul dalam diri detik meminta kembali mantra-mantra hujan. Surat tangis untuk rakyat bertabur mesra dikedalaman jiwa Negara. Sebab airmata tak sekedar tumpah mengenang lapar. Melainkan KKN yang terus berkepanjangan menjejali ruas jalan kehidupan. Kini, 4 selamat untukmu sebagai bendungan matahati menderu membangkitkan bulu-bulu rindu. Untukmu pahlawan kejujuran, untukmu pahlawan kerakyatan, untukmu pelopor ekonomi bangsa. Aku ingin berenang lalu menyelam dalam laut kelembutan sifatmu. Melipat gelombang dengan kesabaran.



/I/

Selamat pagi Bung,



sedesir angan halimbubu masih saja tersingkap dingin, terurai lembut dari tirai angin sabarmu merambat hingga keujung benua. Serupa kantuk waktu, dedak kesederhanaanmu tak henti-henti membelai Patriot kerakyatan, sesekali mengalir kemusim kemarau ingin berlabuh kengarai jauh. Mengantarkan hulu harum namamu hingga keseantero palma dunia. Kemudian aku tertegun serupa panas api membara. Mendiamkan diri semisal sepi.



/II/

Selamat siang Bung,



kutahu Belanda adalah musuh besar Negaramu. Kau jadikan ia tempat berpijak otakmu menguras ilmu. Eropa yang Demokratis dipundak bangsaku kau jadikan sayap terbang menuju bulan. Memetik bebintang dari segala ingin yang dingin. Entahlah.. kini segala inginmu telah jatuh. Atau mungkin masih belum sampai kelubang tujuan. Entahlah…



/III/

Selamat sore Bung,



dihari yang kian larut, separuh cahaya tenggelam kedalam laut susut ketelapak musim yang lebat oleh kalut. Lalu berpendar mencari sososkmu “Pahlawan kerakyatan berbaju semesta”. Kesederhanaan yang kau pasang disudut rembulan. Kini saban waktu menjelma matahari seamsal rindu. Engkau penguasa yang bukan penguasa, kejujuran yang kau pendam dilubuk hatimu melebihi putih purnama dilangit otakmu. Mungkin engkau telah berhasil mencuri 99 sifat Tuhan selain kesombongan dan kecongkakan.



/IV/

Selamat malam Bung,



kini aku telah kehilangan sosok matahari. Entahlah kelak ada yang ingin menggantinya kembali. Seakan semua menjelma gelap . bersama senandung do’a kutitipkan pasrah pada wujud ruhmu yang kurindu. seperti pekat malam yang ia tusuk sebelum kelam kehancuran berdiri tegak dipundak-pundak Negara-bangsa.



Demi asma malam yang makin kelam, aku mengutuk ruhmu sebagai Pahlawan kejujuran dihatiku- ditanah airku. Sebagai sosok matahari.



Malang, 12 Juni 2012





2 comments :

  1. Mantap madingnya bro ... hahaha, selamat buat sahabat2 pmii rayon fisip unitri :D

    MOhon kunjungan n komentar balik di >> eksistensi organisasi mahasiswaekstra di universitas muhammadiyah

    ReplyDelete

About us

Office : Jl. Telagawarna Blok D Nomer 2 Kelurahan Telogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Jawa Timur

Salam Redaksi

Kritik dan Saran Kami Sangat Mengharpkan dari Para Kader dan Pembaca, Agar Kedepannya Isi Maupun Conten Bisa Kami Sajikan Lebih Baik
© 2011-2014 MEDIA ONLINE "Ad-dakhil". Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.