Sebuah Upaya Penyadaran Terhadap Umat Islam
Oleh: Misrawi (Mantan Ketua Komisariat PMII UNITRI)
Disaat bulan pebruari menyapa hati tersontak mengengatkan satu momentum yang sangt sepisial, maka sama sekali tidak menyentuh substansi persoalan jika gagasan ini hanya terjebak pada kontek bagaimana memeriahkan satu momentum dengan perayaan Valentine Day yang variatif.
Namun penulis berusaha mencoba menawarkan ide gagasan cerdas yang benar-benar ilmiah dan sistematis serta solutif, sehingga kita tidak terjebak pada aksiologis yang absurd yang di komandani oleh syetan dengan dadengkotnya-dadengkotnya.
Mungkin sudah tidak asing lagi jika kita mendengar dan membaca satu kalimat yang snamanya Valentine Day atau disebut hari kasih sayang, yang dirayakan dengan penuh gegap gempitnya kaum remaja saat ini, dari mereka yang tinggal di kota sampai yang tinggal di pelosok-pelosok desa, konyolnya perayaan ini pun rupanya tidak di monopoli oleh anak-anak muda, mulai dari kakek-kakek, dan ibu-ibu, tante-tantepun tidak mau ketinggalan selua larut dalam romantisme erotis. Bahkan perayaan Valentine Day dijadikan jastifikasi dan legitimasi para cowok dan cewek untuk mengekspresikan nafsu kalapnya, dari memegang tangan, mencium pipi, sampai pada adegan titik kulminasi. Waow…!!
Itulah sebabnya banyak kaum remaja yang sudah heboh ketika memasuki bulan februari, mereka sepertinya hendak menyambut tamu istimewa saja. Mereka seolah tidak rela jika momentum Valentine Day hanya lewat begitu saja tampa kesan yang mendalam bersama belahan jiwa, Valentine Day kemudian menjelma menjadi ritual cinta, tapi taukah kita bahwa Valentine Day hari rasa kasih sayang yang keluar dari konsep keislaman, dari mana kita tahu bahwa Valentine Day hari rasa kasih sayang, jangan-jangan hanya taklid buta yang tidak memiliki landasan yang akurat, agar kemudian tidak dianggap remaja yang kolot.

0 comments :