Wednesday, 20 July 2011

Bagaimana Anda Menerapkan Butir Pancasila ?

Unknown     22:00    



Oleh: Ola Saja 

Mata Kuliah Pancasila merupakan salah satu Mata Kuliah yang wajib diterima seluruh mahasiswa di Indonesia tanpa terkecuali apapun jurusan dan fakultasnya. Pancasila yang merupakan ideologi bangsa ini tidak pernah pupus dan hilang walau telah dihantam berbagai perubahan dari zaman ke zaman. Namun di era ini, Pancasila mulai dipertanyakan. Penghapusan Mata Kuliah tentang Pancasila pun mulai diperbincangkan.
Apa yang menjadi masalah bagi orang-orang yang mempertanyakan Pancasila? Apa yang ingin mereka tuntut dari Pancasila yang selama ini telah menjadi ideologi bangsa Indonesia tanpa dampak buruk? Apa karena mereka malu atas butir-butir Pancasila yang tidak mampu mereka terapkan???
Mari kita perhatikan sikap masyarakat selama ini bila dihubungkan dengan butir-butir pancasila.
Sila ke 1 “KeTuhanan Yang Maha Esa”
Secara awam, kalimat di atas akan bermakna “Hanya ada satu Tuhan, dan hanya menyembah satu Tuhan”. Pernyataan di atas adalah salah besar. Arti yang sebenarnya dari butir di atas adalah “Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, dan Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya”. Sekarang pertanyaannya, apakah pernyataan ke 2 yang terjadi di masyarakat relatif? Jawabannya “tidak”. Terlalu banyak kasus yang menyatakan kurang baiknya tenggang rasa antarumat beragama di negara ini. Bukan hanya kasus yang muncul di publik. Tapi dalam kehidupan bermasyarakat kasus ini tak terbendung lagi karena tak terjangkau mata dan telinga khalayak ramai. Salah satunya adalah kasus di akun Yahoo!Answers. Dalam kategori agama dan kepercayaan sudah lama terjadi perang dingin antaragama. Kategori yang seharusnya menjadi wadah berbagi ilmu agama berubah menjadi tempat saling menghujat antaragama. Inikah penerapan sila pertama?
Sila ke 2 “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”
Makna dari sila ke 2 adalah “Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antarsesama manusia”. Apakah banyak masyarakat yang telah menerapkan sila ke 2 ini? Jawabannya, negatif! Sudah sering kita dengar perselisihan antarkampung/desa, tawuran antarkampus dan sekolah, bahkan antarkota. Hal kecil yang diselesaikan mudah menjadi besar hingga tak terbendung. Sungguh sifat yang sangatlah tidak penting.
Sila ke 3 “Persatuan Indonesia”
Insonesia sudah cukup baik dalam hal ini. Jiwa rasa bela negara telah meluap dalam hati setiap masyarakatnya. Namun, apakah benar rasa itu? Berkali-kali dikumandangkan “ganyang malasyia!”. Hal itu tidak salah namun tidak baik juga bagi negeri ini. Harusnya rakyat Indonesia bersatu menyelamatkan harta negeri ini dengan cara semestinya. Saling bersatu membangun negeri ini hingga akhirnya tidak ada yang berani mencerai-beraikan segenap isi negeri ini. Karena sesuatu yang baik dimulai dari dalam, bukan dari luar.
           
Sila ke 4 “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan”
Sila ini lebih dititik beratkan kepada pemerintah. Karena sila ini bermakna “Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat dan mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama”. Namun nyatanya pemerintah sering melakukan tindakan yang bertentangan dengan keinginan masyarakat tanpa memperhitungkan kehidupan rakyatnya.
Sila ke 5 “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”
Sila ini bermakna “Bersikap adil dan Menghormati hak-hak orang lain”. Kembali ke pertanyaan, sudah sejauh mana anda menghormati hak orang lain?
Dari butir-butir Pancasila di atas sudah terbukti bahwa kurangnya perhatian masyarakat terhadap Pancasila. Apakah Pancasila mampu bertahan? Terapkanlah dulu kelima butir Pancasila ini dalam hidup anda. Jika kelima butir ini bedampak buruk bagi hidup anda, anda berhak memprotesnya. Jika tidak, belajarlah memaksimalkan rasio dan paradigma anda.

0 comments :

About us

Office : Jl. Telagawarna Blok D Nomer 2 Kelurahan Telogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang Jawa Timur

Salam Redaksi

Kritik dan Saran Kami Sangat Mengharpkan dari Para Kader dan Pembaca, Agar Kedepannya Isi Maupun Conten Bisa Kami Sajikan Lebih Baik
© 2011-2014 MEDIA ONLINE "Ad-dakhil". Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.